Selasa, 28 Juli 2015

Tips Seputar Dunia Dapur

Khusus utk Mom's  ��TIPS SEPUTAR DUNIA DAPUR��
��Agar telur rebus tidak susah dikupas, jangan lupa celupkan kedalam air es saat telur tersebut baru matang/masih panas.
��Agar cabe tidak meletup-letup ketika digoreng, jangan lupa tusuk atau lukai sedikit cabe tersebut dengan pisau sebelum digoreng.
��Saat mencuci kangkung, arnong/selada air atau genjer serta tanaman air lainnya, jangan lupa dibilasan pertama bubuhkan sesendok garam lalu diamkan sejenak agar binatang-binatang kecil yang mungkin hidup dibatang dan daunnya mati. Biasanya yg hobi nongkrong disitu lintah, keong��, ulat ��dan cacing air. Brokoli dan kembang kol juga sering ada ulatnya jadi jangan lupa pula gunakan cara ini.
��Agar tahu awet ketika disimpan, cuci bersih dengan air, kemudian siram dengan air panas, setelah itu lap dengan tisu dapur, simpan di dalam tupperware, tutup rapat, kemudian letakkan di dalam kulkas. Insya Allah bisa tahan 1 minggu.
��Untuk mengetahui telur busuk atau tidak bisa gunakan tes apung air. Jika mengapung di atas air tandanya telur busuk.
��Ketika akan mengocok telur untuk berbagai macam kue, pastikan telur dalam keadaan suhu ruang (bukan dingin karena baru keluar dari kulkas. Hal ini bisa membuat adonan tidak ngembang).
��Jika menyimpan sayuran di dalam kulkas, jangan pakai keresek tapi gunakan koran dan majalah bekas, sebab ini bisa mencegah air embun sayuran menggenang yang bisa mengakibatkan sayur cepat busuk.
��Untuk menetralisir bau dalam kulkas belah kentang dan letakkan di rak kulkas, kentang bisa menghilangkan bau tak sedap dalam kulkas.
��Agar ikan ��tidak lengket dipenggorengan, gunakan wajan yang khusus untuk menggoreng. Jangan sekali-kali menggoreng ikan di wajan yang pernah atau sering dipakai untuk menumis, sebab sudah pasti ikan goreng akan lengket dan hancur ketika dibalik. Bisa juga olesi sedikit garam ke wajan sebelum dituangi minyak.
��Untuk menghilangkan rasa panas di tangan akibat terlalu lama berkontak dengan cabe ato sambel, (kata orang Jawa tangan wedangen) bisa dengan cara cuci bersih tangan dengan sabun sampai 2 atau 3 kali, kemudian lap dan masukkan tangan ke dalam beras, benam dan remas-remas beras sebentar.... Fiuuhhh dijamin rasa panas di tangan akan hilang.
��Agar mata tidak pedih ketika mengiris bawang merah, letakkan wadah berisi garam disamping talenan. Cara ini insya Allah ampuh menghindarkan mata agar tidak pedih.
��Agar beras tidak dikunjungi kutu beras, letakkan sebungkus plastik yg berisi beberapa sendok kopi bubuk, kemudian beri sedikit lubang plastiknya. Kutu beras tidak suka aroma kopi. Insya Allah dia tidak akan berani datang ke beras.
��Jika peralatan masak kusam akibat noda dari bumbu yang berwarna seperti kunir, atau panci yang terlalu sering dibuat merebus air jadi kekuningan. Ambil sesendok baking soda beri sedikit air, gosok-gosok ke panci. Diamkan sebentar, lalu bilas. Jika masih ada noda bisa diulang lagi.
��Agar kembang kates, daun kates/pepaya dan pare tidak terlalu pahit ketika dimasak, baiknya sebelum ditumis. Rebus sebentar di air rebusan
daun jambu biji. Caranya: rebus air, ambil beberapa lembar daun jambu biji, tunggu hingga mendidih, masukkan daun jambu. Tunggu 5 menit, masukkan kembang/daun pepaya/pare, diamkan sebentar matikan api. Baru setelah itu tiriskan dan siap untuk dimasak sesuai selera. (Kalau daun pepayanya untuk kuluban, bisa direbus hingga matang bersama daun jambu).
��Agar tempe tidak mudah busuk, jangan simpan di dekat garam.
��jika menyimpan daging di freezer, pastikan daging tidak keluar masuk freezer berualangkali karena hal ini bisa membuat bakteri4 berkembangbiak. Jadi potong-potong dulu dagingnya sesuai dengan perkiraan kebutuhan tiap kali masak, dan simpan di plastik kecil-kecil secara terpisah sehingga ketika akan mengambil, bisa ambil seperlunya saja.
Semoga bermanfaat.������
»»  READMORE...

Rabu, 22 Juli 2015

Pasca Gagal Karimun Jawa

Geram
Terombang ambing
Tersadar
Dikecohkah?
Harus apa?
Diam
Pemilihan
Penobatan
Tujuan awal
Konsekuensi
Tak peduli
Apatis
Kembali

Aku memiliki sifat yg mudah cemburu. Namun ini hanya terjadi pada hal yg benar-benar I relied on, maksudku yg benar-benar aku pedulikan dan aku percayakan. Ya memang seperti itu. Dan seketika aku menjadi geram dan cepat-ceoat ingin 4, menghilangkannya dari pikiranku--walaupun hanya sejenak. Aku melarikan diri pada hal yang harus bisa membuatku merasa lebih tenang, lebih baik. Apabila berhasil, baru aku dapat berpikir jernih dengan menemukan sisi lain dari masalah tersebut atau pelan-pelan merilekskan saraf di wajah agar tak semakin tegang. Namun pada akhirnya, aku masih menyimpan perasaan negatif pada hal itu, yg merujuk pada dendam. Sifat setan memang. Nah aku kudu apa? Pikiranku sedang semrawut. Pernah kubaca sebuah kata2 mutiara, "yang harus kamu lakukan agar bahagia adalah mengikhlaskan", dan aku belum benar-benar berhasil.

Lalu sisi lain ku berkata, "happiness only real when shared", kukutip dari film Into The Wild pas si travelernya sekarat. Nah darisitu aku juga mikir lagi nih. Awalnya pas dari case cemburu 1, aku mau melarikan diri ke hal yg udah bakal aku lakuin besok--tapi ada 2 pilihan. Nah aku masih bingung soalnya pilihan 1 itu 'only shared' ke satu orang tapi bakal berarti banget, dan pilihan 2 itu ke banyak orang tapi gatau bakal berarti banget ato nggak, yg jelas aku harus terlihat seneng pas sama pilihan 2 biar case 1 terlupakan. Dan langkah selanjutnya, aku bakal dendam dengan orang yg telah membuatku cemburu. Rasa ini telah menjadi cemburu karena sebelumnya hal yang telah kami rencanakan mendadak gagal dan wacana-wacana lain kemudian berdatangan. Padahal aku terlanjur hectic, bahagia dan terlalu mengidamkannya. Lalu semuanya sirna. Kemudian aku mengambil keputusan cukup cepat dengan datangnya satu pilihan yg kemudian ku setujui. Dan selesai itu, aku masih menikmati suasana bahagiaku telah terlaksananya pilihan satu-satunya itu. Kemudian satu plan datang yang merupakan masih di hal yg wacana tadi, aku menolak. Tak lama datanglah sebuah pancingan yang cukup membuatku geram. Menyebalkan. Nilai; aku salah atau tidak?

Singkatnya begini, kami telah berencana lama untuk pergi ke Karimun--bayangkan indahnya. Kemudian semakin dekat hari keberangkatan, satu per satu personil tak diizinkan orangtuanya. Pada malam sebelum keberangkatan, fix diundur. Tak lama, fix dibatalkan selamanya karena aku tak mau tanpa teman perempuan. Niatku padahal sudah baik ingin memancing agar ada yg mau menemaniku. But none of she or she!!! Lalu aku menggila tertawa-tawa. Besoknya aku melarikan diri dengan ikut bersama dengan teman-teman SD mengunjungi guru-guru. Pukul 3 sore aku terjebak di gerai untuk memperbaiki sesuatu selama 1.5 jam dalam bosan dan lapar. Mereka yg berwacana kemudian mengajakku untuk bergegas karena mereka akan ke pantai. Aku sangat senang tapi terpaksa aku tolak. Lalu malamnya ada seseorang yg mengatakan betapa ruginya diriku tidak ikut bersenang-senang dengan mereka. Lalu apiku tersulut. Dan semakin terbakar hebat saat tau personil yg ikut lengkap minus diriku seorang. Dan aku merasa terbuang jauh. Dan kesal mengapa saat pergi main mereka selalu mendadak dan pulang tanpa tau waktu!? Aku tau aku memang biasa seperti itu, tapi itu di Jogja. Ini di Kudus, aku tak bisa pergi main seenaknya. Ada yg harus kupatuhi disini. Lalu aku berpikir, "aku bisa membalaskannya saat aku sudah di Jogja, dan dengan keluarga yg sama-sama suka dengan hal 'main-pulang tak tau waktu'". Namun aku teringat satu tujuanku untuk tinggal di Jogja, keputusan dan konsekuensi yang telah aku buat. Dan telah kulanggar cukup fatal. "Jangan sampai main mengganggu kuliahmu", kata keluarga jauhku. Benar memang. Namun aku menginginkan mereka tetapi aku belum bisa menyelam sambil minum air. Dan jangan paksa aku seperti itu. Karena aku lebih menyukai "hal yg lebih seru daripada yg lebih penting", kata film Hari Untuk Amanda.

Sekian celotehan ngawur karena gagal ngeliat indahnya Karimun bareng gacila'11
»»  READMORE...

Senin, 20 Juli 2015

Kisah Seorang Istri

"Kisah seorang istri yang bisa membuat suaminya tergila-gila padanya.."

Seorang Ayah bercerita pada anak perempuannya,

Suatu hari seorang wanita diwawancarai oleh seorang presenter dalam sebuah acara tentang rahasia kebahagiaannya yang tak pernah putus.

Apakah hal itu karena ia pintar memasak? Atau karena ia cantik? Atau karena ia bisa melahirkan banyak anak, ataukah karena apa?

Wanita itu menjawab :

“Sesungguhnya rahasia kabahagiaan suami istri
ada di tangan sang istri, tentunya setelah mendapat taufik dari Allah. Seorang istri mampu menjadikan rumahnya laksana surga, juga mampu menjadikannya neraka.

Jangan Anda katakan karena harta !
Sebab betapa banyak istri kaya raya namun ia rusak karenanya, lalu sang suami meninggalkannya.

Jangan pula Anda katakan karena anak-anak !
Bukankah banyak istri yang mampu melahirkan banyak anak hingga sepuluh namun sang suami tak mencintainya, bahkan mungkin menceraikannya.

Dan betapa banyak istri yang pintar memasak.
Di antara mereka ada yang mampu memasak hingga seharian tapi meskipun begitu ia sering mengeluhkan tentang perilaku buruk sang suami.”

Maka sang peresenter pun terheran, segera ia berucap:

“Lantas apakah ‪#‎rahasia‬ nya..?”

Wanita itu menjawab:

“Saat suamiku marah dan meledak-ledak, segera aku diam dengan rasa hormat padanya. Aku tundukkan kepalaku dengan penuh rasa maaf.
Tapi janganlah Anda diam yang disertai pandangan mengejek, sebab seorang lelaki sangat cerdas untuk memahami itu.”

“Kenapa Anda tidak keluar dari kamar saja..?” tukas presenter.

Wanita itu segera menjawab:

“Jangan Anda lalukan itu! Sebab suamimu akan menyangka bahwa Anda lari dan tak sudi mendengarkannya. Anda harus diam dan menerima segala yang diucapkannya hingga ia tenang.
Setelah ia tenang, aku katakan padanya;
'Apakah sudah selesai?'
Selanjutnya aku keluar….
Sebab ia pasti lelah dan butuh istirahat setelah melepas ledakan amarahnya.
Aku keluar dan melanjutkan kembali pekerjaan rumahku.”

“Apa yang Anda lakukan?
Apakah Anda menghindar darinya dan tidak berbicara dengannya selama sepekan atau lebih?” tanya presenter penasaran.

Wanita itu menasehati :

“Anda jangan lakukan itu, sebab itu kebiasaan buruk. Itu senjata yang bisa menjadi bumerang buat Anda.
Saat Anda menghindar darinya sepekan sedang ia ingin meminta maaf kepada Anda, maka menghindar darinya akan membuatnya kembali marah.
Bahkan mungkin ia akan jauh lebih murka dari sebelumnya.”

“Lalu apa yang Anda lakukan..?” tanya sang presenter terus mengejar.

Wanita itu menjawab:

“Selang dua jam atau lebih, aku bawakan untuknya segelas jus buah atau secangkir kopi, dan kukatakan padanya, Silakan diminum.
Aku tahu ia pasti membutuhkan hal yang demikian, maka aku berkata-kata padanya seperti tak pernah terjadi sesuatu sebelumnya.”

“Apakah Anda marah padanya..?” ucap presenter dengan muka takjub.

‪#‎Wanita‬ itu berkata:

“Tidak...

Dan saat itulah suamiku mulai meminta maaf padaku dan ia berkata dengan suara yang lembut.”

“Dan Anda mempercayainya..?” ujar sang presenter.

Wanita itu menjawab :

“Ya. Pasti. Sebab aku percaya dengan diriku dan aku bukan orang bodoh.
Apakah Anda ingin aku mempercayainya saat ia marah lalu tidak mempercayainya saat ia tenang..?”

“Lalu bagaimana dengan harga diri Anda?” potong sang presenter.

“Harga diriku ada pada ridha suamiku dan pada tentramnya hubungan kami.
Dan sejatinya antara ‪#‎suami‬ ‪#‎istri‬ sudah tak ada lagi yang namanya harga diri.
Harga diri apa lagi..?!!
Padahal di hadapan suami Anda, Anda telah lepaskan semua pakaian Anda!”

Sumber : Ustadz Fairuz Ahmad
»»  READMORE...

Minggu, 21 September 2014

Ass Back Home

Ciee gamada...
Udah mulai perkuliahan 1 September kemarin, tangan dan otak masih belum siap sampe sekarang. Calon-calon tugas mulai menghampiri, raga ini malah sibuk menikmati indahnya dunia. Nongkrong lah, kelayapan lah, nge-hedon lah, ngebo lah, sampe ngonser. Asalkan duit masih lancar, hidup pasti liar *eh. —gagal jadi pujangga.
Jadi tiap weekend kerjaannya kalo gak jadi pengacara ya bersih-bersih kost. Ya walaupun ngakunya rebel dan liar, saya tetep harus jadi anak simbok yang minimal mandiri lah—dalam tanda kutip ngirit *eh berhemat.
Cerita ttg lemes tiap mau bepergian tanpa keluarga kandung aka tmpat keluh kesah, moment of silence pas lewat depan rmh mas nanda.
»»  READMORE...

Kamis, 11 September 2014

Ciee Gamada draft 14sept

Lari, dek!
Nyanyi, dek!
Bangun, dek!
Apa esensinya?!
Hidup Mahasiswa Gadjah Mada!
Hidup Petani Indonesia!
Hidup Nelayan Indonesia!
Teknik? Jaya!
So-sek jos!
Pelopor 2014? Erat, Kuat, Semangat!
Track one, Track two, track three, track four, track five, ...
Everybody need some love, ciku ciku ciku~
Wreksodiningrat 21.. Annona muricata 25.. Slayer Hitam 4.. Sbs 9.. Sosek 14..
Ketek Garuda~
Peel Banana~
Belenggang pata pata~
Kupecahkan kepala kau.
Ambilkan batu candi!
Tertanggal 18 agt sampai 7 sept  2014. Sebenere sih pgn nyeritain semua2nya, tapi lagi gak pas timingnya. Posisi lagi nyasar di sekre plantagama. Di hari minggu yg indah ini. Bersama alumni2 pertanian yg entah angkatan berapa. Soalnya ditanyain baik2 jawabnya ngawur semua, capek deh jadi dibawa fun aja. Trus juga krna yg biasanya diajak cerita lg jadi ibu peri sehari, jadi agak melambai sehari. Yah seenggaknya aku tidak merasa ingin muntah ketika didepannya, nggak kayak yang sebelumnya. HAHAHA
Cukup, sebenere aku pengen nge hedon buat beli2 ke mirota, beli perlengkapan hidup. Singkatnya jalan2 keliling jogja. Walaupun panasnya minta ampun, tapi tetep pengen keliling2 kota jogja yang luasnya minta ampun. Mungkin 15 kalinya kota kudus. Sih udah ada guide yg menemani, dan udah ada jadwal buat keliling kaliurang. Tapi aku pengen keliling2 sendiri walaupun resiko nyasarnya 80%. Tapi gak lagi deh, udah nyasar 2x. Ohiya, pas nyasar pertama itu pas abis makan sama si
»»  READMORE...

Minggu, 20 Juli 2014

People has feelings

Why be mean? Why you have to be so mean? Like, when you can be happy with yourself then why being mean to others? I mean, seek your own happines if you didn't find one who can makes you happy. Just don't be mean like annoys people so that could make you happy.
Don't push people to be everything you want. Don't judge. Everyone is different and you don't have a right to change them to be what you want. Just because people didn't have what you have, didn't get what you get, didn't had what you already had—aku ngomong opo ya. Just don't blame them for it. Pereh kowe sugeh, pereh kowe luwih pinter saka si A, luwih alim saka si B, luwih ayu/ganteng saka si C, tah luwih laku saka si D. Trus kowe semena-mena karo si X, ojo toh ya. I know it's your life, they say do whatever you want, and blablablah.
Just knowing that everyone has feelings. Ketahuilah bahwa semua orang punya perasaan. Dan walaupun kamu pernah—atau sering malah—being mean to people, please coba kurang-kurangin tuh kebiasaan. Gak baik tauk bikin orang gak bahagia. Gue nggak nyuruh elo buat ngebahagiain semua orang, just don't make them unhappy is enough. Gue pribadi juga masih suka bikin orang di sekitar gue gak seneng dan malah sebel sama gue. Bentar, menurut gue sebel itu beda ya sama bikin orang gak bahagia. Gue juga lagi mencoba buat ngurang-ngurangin dan itu susah. Jadi kita sama-sama aja ngurang-ngurangin being mean to people dan try to be nice to people.

Let's spread the happiness than the hate (?)

»»  READMORE...

Kamis, 19 Juni 2014

It hurts

It hurts. It really is. Gue harus gimana? Kenapa gak bisa berakhir dengan baik-baik? Aku benar-benar salah ngomong dan menyesal sampai semuanya mengalir begitu saja. Rasa bersalahku bukan karena berakhirnya ini tetapi hanya karena satu hal itu. Aku juga gak terima pas di dikte kayak gitu. Gak kusangka bahkan lebih sakit dari saat aku mengalami unrequited love. Aku merasa masih belum sanggup. Bahkan melihat hal yang berhubungan dengannya, aku lemas. Aku tak yakin ini bisa diperbaiki.

Kamu pernah tidak, mengalami kayak gitu? Aku benar-benar tak punya keberanian buat ngomong lagi sama dia. Buat ngebenerin sebenarnya. Atau emang gak ada yang harus dibenerin? Bahwa itu bener2 kebenaran yang menyakitkan dan aku bener-bener bersalah. Ironis sekali, dulu kita seolah perangko yang tertempel erat sekali pada secarik amplop. Sekali bertemu tak terpisahkan. Sekarang masih sama, namun lem pada perangko sudah mulai hilang dan tak bisa merekat erat pada sang amplop. Mungkin karena terpaan hujan angin dan silau matahari. Atau juga surat yang didalamnya sudah tak berguna sehingga dibuang begitu saja?

Aku tak sanggup bila harus menghubunginya. Aku memang lebih nyaman berhubungan melalui teks daripada suara dan bertatap muka, namun kini rasanya semua sama saja. Nyaliku lenyap seketika melihat namanya terpampang dilayar. Tapi apa aku benar-benar harus memperbaikinya? Apa tak ada cara lain? Aku memang tak begitu mencintainya, namun aku tak sanggup bila harus terus merasa bersalah dan tak berharga. Mr. Silhouette told me I'm wrong, he's the only one who told me that. My bestie told me that I've tried my best to be myself. And she said everyone is different and have their own mindset. And another isn't help at all, because her type is a high-class man and—lucky her—she got it. Its not always about money, tapi aku sebenernya cuma minta dia pake motor buat kesana kemari.-.
Tapi kenapa lo gak bilang dari dulu?
Gak tau. Gue ewuh.
Ewuh? Nek kuwe ewuh yo rak bakal bar.
Iyo sih.
Kuwe emang kudu ngomong neh mbek nde'e. Omongi apik-apik.
Aku rak sanggup. Atine mesti lara goro-goro aku keceplosan pas iku. Yo emang sih, iku sebenere bener. Tapi mungkin caraku ngomong sing salah. Aku wae pas iku meh ngomong ngono jeh mikir resikone, tapi goro-goro aku lagi sibuk dan rak sempet mikir masalah ngonoan—tapi gue pikir lu bakal mikir gue nggak serius—akhirnya gue kirim aja those undone words. Dan võila! Words became swords. Loe gue end.

Entahlah, ini emang pertama kali. But none of us thought it was gonna end that way. Gue nggak nyangka dan masih ga rela berakhir kayak gitu. Kejujuran—koreksi—keceplosan kills u. Dan itu nggak bagus. Sangat nggak bagus.

Ahiya, boleh cerita lagi? Dulu pas smp, temen satu gank gue pacaran sama temen sd. To the point aja, pas jalan pertama kali bareng temen-temen lain, eh besoknya mereka putus. Ngeri amir! Mereka kena kutukan apa coba? Ternyata si cewek cerita kalo si cowok itu pas makan minta tolong dibayarin sama dia. Dan si cewek mikir ngapain dipertahanin orang baru pertama jalan aja udah nggak modal, apalagi ntar2nya. Dari situ gue mikir sama, tapi doi-nya gue itu kayak gitu baru pas awal tahun 14. Tapi kalo diukur sampe sekarang apa gue nggak jos tuh? +/- 6 bulan coy! Sekian.

Maybe the happy ending is moving on

»»  READMORE...