Minggu, 20 Juli 2014

People has feelings

Why be mean? Why you have to be so mean? Like, when you can be happy with yourself then why being mean to others? I mean, seek your own happines if you didn't find one who can makes you happy. Just don't be mean like annoys people so that could make you happy.
Don't push people to be everything you want. Don't judge. Everyone is different and you don't have a right to change them to be what you want. Just because people didn't have what you have, didn't get what you get, didn't had what you already had—aku ngomong opo ya. Just don't blame them for it. Pereh kowe sugeh, pereh kowe luwih pinter saka si A, luwih alim saka si B, luwih ayu/ganteng saka si C, tah luwih laku saka si D. Trus kowe semena-mena karo si X, ojo toh ya. I know it's your life, they say do whatever you want, and blablablah.
Just knowing that everyone has feelings. Ketahuilah bahwa semua orang punya perasaan. Dan walaupun kamu pernah—atau sering malah—being mean to people, please coba kurang-kurangin tuh kebiasaan. Gak baik tauk bikin orang gak bahagia. Gue nggak nyuruh elo buat ngebahagiain semua orang, just don't make them unhappy is enough. Gue pribadi juga masih suka bikin orang di sekitar gue gak seneng dan malah sebel sama gue. Bentar, menurut gue sebel itu beda ya sama bikin orang gak bahagia. Gue juga lagi mencoba buat ngurang-ngurangin dan itu susah. Jadi kita sama-sama aja ngurang-ngurangin being mean to people dan try to be nice to people.

Let's spread the happiness than the hate (?)

»»  READMORE...

Kamis, 19 Juni 2014

It hurts

It hurts. It really is. Gue harus gimana? Kenapa gak bisa berakhir dengan baik-baik? Aku benar-benar salah ngomong dan menyesal sampai semuanya mengalir begitu saja. Rasa bersalahku bukan karena berakhirnya ini tetapi hanya karena satu hal itu. Aku juga gak terima pas di dikte kayak gitu. Gak kusangka bahkan lebih sakit dari saat aku mengalami unrequited love. Aku merasa masih belum sanggup. Bahkan melihat hal yang berhubungan dengannya, aku lemas. Aku tak yakin ini bisa diperbaiki.

Kamu pernah tidak, mengalami kayak gitu? Aku benar-benar tak punya keberanian buat ngomong lagi sama dia. Buat ngebenerin sebenarnya. Atau emang gak ada yang harus dibenerin? Bahwa itu bener2 kebenaran yang menyakitkan dan aku bener-bener bersalah. Ironis sekali, dulu kita seolah perangko yang tertempel erat sekali pada secarik amplop. Sekali bertemu tak terpisahkan. Sekarang masih sama, namun lem pada perangko sudah mulai hilang dan tak bisa merekat erat pada sang amplop. Mungkin karena terpaan hujan angin dan silau matahari. Atau juga surat yang didalamnya sudah tak berguna sehingga dibuang begitu saja?

Aku tak sanggup bila harus menghubunginya. Aku memang lebih nyaman berhubungan melalui teks daripada suara dan bertatap muka, namun kini rasanya semua sama saja. Nyaliku lenyap seketika melihat namanya terpampang dilayar. Tapi apa aku benar-benar harus memperbaikinya? Apa tak ada cara lain? Aku memang tak begitu mencintainya, namun aku tak sanggup bila harus terus merasa bersalah dan tak berharga. Mr. Silhouette told me I'm wrong, he's the only one who told me that. My bestie told me that I've tried my best to be myself. And she said everyone is different and have their own mindset. And another isn't help at all, because her type is a high-class man and—lucky her—she got it. Its not always about money, tapi aku sebenernya cuma minta dia pake motor buat kesana kemari.-.
Tapi kenapa lo gak bilang dari dulu?
Gak tau. Gue ewuh.
Ewuh? Nek kuwe ewuh yo rak bakal bar.
Iyo sih.
Kuwe emang kudu ngomong neh mbek nde'e. Omongi apik-apik.
Aku rak sanggup. Atine mesti lara goro-goro aku keceplosan pas iku. Yo emang sih, iku sebenere bener. Tapi mungkin caraku ngomong sing salah. Aku wae pas iku meh ngomong ngono jeh mikir resikone, tapi goro-goro aku lagi sibuk dan rak sempet mikir masalah ngonoan—tapi gue pikir lu bakal mikir gue nggak serius—akhirnya gue kirim aja those undone words. Dan võila! Words became swords. Loe gue end.

Entahlah, ini emang pertama kali. But none of us thought it was gonna end that way. Gue nggak nyangka dan masih ga rela berakhir kayak gitu. Kejujuran—koreksi—keceplosan kills u. Dan itu nggak bagus. Sangat nggak bagus.

Ahiya, boleh cerita lagi? Dulu pas smp, temen satu gank gue pacaran sama temen sd. To the point aja, pas jalan pertama kali bareng temen-temen lain, eh besoknya mereka putus. Ngeri amir! Mereka kena kutukan apa coba? Ternyata si cewek cerita kalo si cowok itu pas makan minta tolong dibayarin sama dia. Dan si cewek mikir ngapain dipertahanin orang baru pertama jalan aja udah nggak modal, apalagi ntar2nya. Dari situ gue mikir sama, tapi doi-nya gue itu kayak gitu baru pas awal tahun 14. Tapi kalo diukur sampe sekarang apa gue nggak jos tuh? +/- 6 bulan coy! Sekian.

Maybe the happy ending is moving on

»»  READMORE...

Selasa, 17 Juni 2014

My evil thoughts

Aku nggak tau harus gimana, aku ngerasa udah ga bisa ngerasain apa-apa lagi. Semua blur, sesak luar dalam. Aku bisa saja balik tak peduli dan tetap tak terlalu menganggapnya serius.

Aku memang tak bisa bersikap manis dan romantis. Aku terlalu kaku dan tak bisa bercanda. Pernah aku mencoba malah yang terjadi adalah aku dipermalukan karena kegaringanku ini. Dan sejak itu aku tak mau mencoba lagi dan hanya menjadi pendengar yang baik dan figuran saja.

I often take anything not seriously, malah aku mikir kalo hidup ini cuma guyonan. Dan bagian hidupku ini pointless dan nonsense. Jadi aku nggak pernah menjadi orang yang terlalu perasa, karena yg aku takutin bakal terjadi dan aku ngga bisa kontrol itu. Dan aku menjadi lepas kontrol dan kayak meledak gak wajar gitu. Aku hanya takut.

Aku masih bertanya-tanya kenapa banyak orang itu kuat lama-lamaan pacaran, atau yg lebih parah kuat menikah dan spend the rest of their life with one person and still can handle it. Aku kena marah, ketika aku menanyakan itu pada seseorang. Ya memang aku patut untuk dimarahi, itu hal yang buruk untuk ditanyakan. Dan aku juga pernah mikir buat open relationship pas punya cowok. Atau lebih parahnya, aku berencana buat one night stand pas kuliah atau gede besok. Kalo yang satu ini aku tak mau lagi menanyakannya karena aku tau itu juga hal yg beresiko. Dan aku belum mahir dalam hal kayak gitu.

Parah ya? Nakutin ya? Aku gak terlalu peduli kalo ada yang baca ini dan nge-cap buruk tentangku. Aku udah putus asa. Seakan kalo ada orang yang muji aku, aku tuh kayak mati rasa. Karna udah lupa rasanya, atau malah saking biasa dicaci-maki, dibully, jadinya membiasakan diri untuk gak terlalu dimasukin hati pun jadi kebiasaan. I'm sick of the world I lived in. Ah yeah, I'm really sick.

Kayaknya pasaran gue bakal lebih ancur setelah gue posting ini. HAHAHA

Sincerely, diposting dengan pikiran yang sedang tak sehat.

»»  READMORE...

Jumat, 06 Juni 2014

Don't let yourself get in over your head

Don't let yourself get in over your  head...
Salah satu lirik dari lagunya ATL terus terngiang-ngiang dikuping manakala akhir-akhir ini ngalamin dilema.
Udah lulus √
Ketrima kuliah √
Ambil yg negeri atau kedinasan ?
Nahlo…

Pikiran mampet pas bagian itu, ibu minta gue ke kedinasan (IPDN) tapi hati gue masih ga yakin di ipdn. Ngeri pasti, takut juga. Kalo boleh cerita sedikit, pas kemaren kan bikin SIM tuh di polres dan ada tesnya. Tes pertama praktek pake kendaraan yg disediain. Emang sih cuma diajak jalan di jalan raya, tapi yang gak nyaman itu kendaraannya. Remnya sumpah butut bangetbanget. Udah diinjek pol masa gak berenti. Pas itu barengan ama cewe chinese dia duduk dibelakang, gue pikir ntar gantian dia makanya diajak sekalian—ternyata enggak. Yang disuruh praktek gue doang, mana abis itu diomelin si polisi gara-gara gak ngerem pas mau nyeberang. Gue ya protes, orang emang kendaraannya udah totally butut. Selanjutnya tesnya itu cuma disuruh mencet tombol merah atau hijau, merah benar hijau salah. Gue ada di deretan paling belakang deket meja pak operator. Pas tes mulai, si operator yang seorang polisi mulai mainin tongkat rotan ke peserta tes sim sambil gertak gitu, gue kaget dan rada jengkel. Apesnya, gue gak lulus. Ngulang lagi deh… Pikir gue pake jasa dari tempat kursus gak bakal tes ribet kayak gitu, ternyata gak guna pfft. Setelah ngisi ini-itu saatnya foto, tapi gue udah kadung gak mood gegara kejadian tadi, eh foto sim jadinya ancur-_- Jadi ekspresi gue tuh suntuk setengah mabok. Kampret. Tapi yang penting udah dapet sim a *sigh*
Jadi gegara itu gue masih gak yakin di ipdn. Ternyata hidup diluar sana keras, bro. Sekian.

Eh jangan keburu close tab, belum selesai nih postingannya. Lagian gue udah lama gak nulis disini—koreksi—curhat maksudnya. Iya terserah. Gue nyaman aja kalo curhat lewat tulisan, selain biar ngelatih otak *ceilah* biar gak bego gara-gara kelamaan libur panjang setelah Ujian Nasional 16 April lalu, juga karena gue gak sanggup aja gitu kalo cerita ke temen *hiks* eh atau gue gak punya temen ya? *sobbing* whatevs~
Jadiii balik ke topik awal, gue diserang dilema yang intinya harus nurutin kemauan ibu; harus bisa keterima di ipdn. Karena ibu gak mau mengulang masa lalu kakak-kakak gue yang kelabakan setelah lulus kuliah. Gue juga maunya langsung punya penghasilan gitu, gak usah mondar-mandir bawa cv dll.
Tapi gue gak mau kehilangan momen2 pas kuliah; jadi maba, banyak temen gak cuma dari fakultas pertanian tapi bisa jadi satu universitas *ngayal*, bercandaan di kelas, nongkrong sehabis ngampus, bolos matkul, nongkrong di kosan temen, trus keliling Kota Jogja ke tempat-tempat yang gak biasa, bisa jadi sempet ngonser and be such a rebel deh. Ya emang kesannya urakan dan bukan cewek baik-baik, but I was born for this #getlostisgood. Gue pengen nikmatin hidup selagi sempat, dan inilah kesempatan itu. Kesempatan yang membuka celah kemana saja depends on what you wanna be, tapi tetap harus tahu batasannya lah.
Beda pas di ipdn, yang paling jelas ya kehidupan yang super duper disiplin. Gue pernah nemu di kaskus ada praja ipdn yang bikin thread tentang jadwal keseharian di ipdn dan hal-hal yang harus diketahui masyarakat umum kalo ipdn tuh gak seperti yang mereka kira, tapi kebanyakan yang komeng malah mojokin tuh yang bikin thread, kena bully deh dan tuh postingan alhasil dihapus. Ya emang sih ada kata2 yang terlalu meninggikan praja ipdn dan banyak yang komeng kalo praja ipdn tuh sombong dan sok gitu. Ada juga yang pernah cerita kalo pas pelajaran itu gabisa konsentrasi karena sibuk mikirin gimana caranya kabur dari senior. Tapi kata pihak yang pro ipdn, sekarang gak gitu; gak ada lagi perpeloncoan senior ke junior, senior sama junior itu kalo mau ketemuan ada tempatnya dan harus ada yang ngawasin, dan kalo keluar area ipdn emang harus jaim gitu ke masyarakat.

Gue bingung. Iya bingung, harusnya persiapan yang di jogja sama ipdn, malah ngetik ga abis-abis. Gue orangnya mager dan rebel, gimana ntar hidup gue di jogja? Kamar berantakan, jadwal amburadul, tugas kocar-kacir *Naudzubillah* Eh even the worse thing is gimana ntar di ipdn? Bakal dihukum tiap hari deh kayaknya-_-
Bentar, kenapa postingan jadi gaje gini tapi tetep gue terusin?? God forgive me-_- Padahal awalnya mau mellow gitu...

Ibu gue sedih gimana nasibnya ntar bakal ditinggal anak cewek satu-satunya yg paling kecil kuliah jauh dari beliau, dan seketika itu gue pengen nangis. Dan itu gak cuma sekali terjadi, apalagi akhir-akhir ini, ibu sering ngulangin cerita gitu dan gue lama-lama pun mewek juga. Jujur pas nulis ini gue sedih lagi, sedih banget. Gue pun gak tau nasib gue bakal kayak apa disana. Gue cuma berdoa ibu dan orang rumah selalu sehat walafiat. Amin amiin aamin amiin.

»»  READMORE...

Selasa, 03 Juni 2014

ONE OK ROCK – 69 : Lyrics + Indonesian Translation

Not a big fan of One OK Rock but i've been accidentally listened to it bc my big bro turn it up all day. And i feel this band has so much good songs--but I still more in love with All Time Low, i find this 69 song cool--not only bc of the title haha--no seriously its cool and i can dance along to it. So here's the lyrics and the Indonesian translation i took from furahasekai.wordpress.com :D

このあまりにも短すぎる人生の中で何かを変える事は
そんな簡単なことじゃないけどでもこの時代に生まれる事が出来たからこそ
何かをぶっ壊す必要があって新しい何かを築いて
その何かを今度は誰かがまたぶっ壊して前に進んで行く必要がある気がする
俺ははっきりいって勉強も出来ないし社会的知識もあるわけじゃない
ただ一つ言えるのは誰よりも自分を信じて
ここまでやってきた結果支えてくれるメンバーや大事な友達
求められる喜びその他諸々お金じゃ買えないものをこれまでに手に入れてきた
でもまだ満足はしてないし叶えなきゃいけない夢もたくさんある
おまけにこの世の中には腐るほどの不満もあって
夢だけ見てりゃ生きていけるようなそんな時代でもなくなってきた
だからこそもっと強くたくましく夢を現実にするために
人生かけて俺らは何かひとつやり遂げる必要がある
Kono amarini mo mijika sugiru jinsei no naka de nanika o kaeru koto wa
Son’na kantan’na koto janaikedo demo kono jidai ni umareru koto ga dekitakara koso
Nanika o bukkowasu hitsuyou ga atte atarashī nanika o kizuite
Sono nanika o kondo wa darekaga mata bukkowashite mae ni susunde iku hitsuyou ga aru ki ga suru
Ore wa hakkiri itte benkyou mo dekinaishi shakai-teki chishiki mo aru wake janai
Tada hitotsu ieru no wa dare yori mo jibun o shinjite
Koko made yattekita kekka sasaete kureru menbā ya daijina tomodachi
Motomerareru yorokobi sonota moromoro okane ja kaenai mono o kore made ni te ni irete kita
Demo mada manzoku wa shi tenaishi kanaenakya ikenai yume mo takusan aru
Omake ni kono yononakani wa kusaru hodo no fuman moatte
Yume dake mi terya ikite ikeru youna son’na jidai demo nakunatte kita
Dakarakoso motto tsuyoku takumashiku yume o genjitsu ni suru tame ni
Jinsei kakete orera wa nani ka hitotsu yaritogeru hitsuyou ga aru
― Hidup ini terlalu singkat jadi kita harus mengubah sesuatu dalam hidup ini
― Meskipun ini tak mudah, tapi karena kita dilahirkan di jaman ini
― Kita harus memecahkan sesuatu dan membangunnya kembali
― Tapi kali ini aku pikir kita harus pergi sebelum seseorang melanggarnya
― Jujur aku bahkan tak bisa belajar dan juga tak berpengetahuan sosial
― Tapi satu hal yang bisa kukatakan bahwa aku hanya percaya pada diriku sendiri lebih dari siapapun
― Anggota band dan teman-temanku telah datang ke sini mendukung usahaku
― Aku memerlukan hal-hal lain dan kebahagiaan yang uang tak bisa membelinya
― Tapi aku masih belum puas, aku memiliki banyak impian yang belum terpenuhi
― Apalagi di dunia ini ada juga ketidakpuasan yang tak terhitung jumlahnya
― Aku tak hidup di usia ini dengan hanya bermimpi saja
― Jadi harus lebih kuat untuk membuat mimpi menjadi kenyataan
― Aku akan mempertaruhkan seluruh hidupku untuk mencapai sesuatu

You can’t take your time, there’s just 3 minutes
So here’s another Wo Wo
Don’t wanna pass the baton
I’m gonna take it
and then I’m gonna
Please you please me
Please you please me
― Kau tak bisa mengambil waktumu, hanya ada 3 menit
― Jadi, inilah yang lain Wo Wo
― Jangan mau lepaskan tongkat
― Aku akan membawanya
― Dan kemudian aku akan
― Memuaskanmu memuaskanku
― Memuaskanmu memuaskanku
You can’t take your time, can’t waste a minute
So here’s another Wo Wo
I’m gonna take what I can and then give it
Then I’m gonna
Please you please me
Please you please me
That’s the 69
― Kau tak bisa mengambil waktumu, tak bisa buang waktu semenit
― Jadi, inilah yang lain Wo Wo
― Aku akan mengambil apa yang aku bisa dan kemudian memberikannya
― Lalu aku akan
― Memuaskanmu memuaskanku
― Memuaskanmu memuaskanku
― Itulah Rock
バンドって言うのは時に激しく中指を立てたり
そして時にもう一本足して世界の平和を願ったり
自分の言葉をメロディーに乗せて真っ直ぐでバカで青臭い生き物だから
干からびて臭いもしなくなれば死んだも同然だし
存在してる意味すらなくなってしまうそして自分自身も迷うのに
誰かを救ったりもできる繊細でめんどくさい
みんなのヒーローってわけだからこそ
今のこの世の中そしてこれから先も絶対必要なんだと俺は確信してる
そんな職業に就けたこと俺は心から誇りに思ってるし
これからもこの素晴らしさを伝えていきたいと思ってる
バンドは仮面ライダーやウルトラマンみたいにたくさんの数と歴史があって
そしていつの時代も必ず誰かの心に残ってる
Bando tte iu no wa tokini hageshiku nakayubi o tate tari
Soshite tokini mō ippon’ashi shite sekai no heiwa o negattari
Jibun no kotoba o merodī ni nosete massugu de baka de aokusai ikimonodakara
Hikarabite kusai mo shinaku nareba shinda mo dōzendashi
Sonzai shi teru imi sura naku natte shimau soshite jibun jishin mo mayounoni
Dareka o sukuttari mo dekiru sensaide mendokusai
Min’na no hīrō tte wakedakara koso
Ima no kono yononaka soshite korekara saki mo zettai hitsuyouna nda to ore wa kakushin shi teru
Son’na shokugyou ni tsuketa koto ore wa kokorokara hokori ni omotterushi
Korekara mo kono subarashi-sa o tsutaete ikitai to omotteru
Bando wa kamen raidā ya Urutoraman mitai ni takusan no kazu to rekishi ga atte
Soshite itsunojidaimo kanarazu dareka no kokoro ni nokotteru
― Terkadang aku melihat band-ku ketika diluar kekasaran memberi jari tengah
― Terkadang aku berharap ada sedikit perdamaian di dunia ini
― Aku akan menaruh kata-kataku ke dalam melodi sejak aku masih muda dan bodoh
― Jika kau mengering dan mulai mencium baunya jelas kau lebih baik mati
― Dan meskipun aku kehilangan diriku sendiri dan makna hidup
― Bahkan demi menyelamatkan seseorang terlalu menyusahkan
― Justru karena ada pahlawan bagi semua orang
― Aku benar-benar yakin bahwa aku diperlukan di dunia ini dan juga dunia yang akan datang
― Aku bangga bahwa aku sungguh-sungguh melekat pada profesi itu
― Aku pikir aku ingin menyampaikan hal ini pada semua orang
― Band itu seperi Kamen Rider dan Ultraman ada banyak jumlah dan sejarahnya
― Jadi sampai kapanpun pasti akan teringat di hati seseorang
You can’t take your time, there’s just 3 minutes
So here’s another Wo Wo
Don’t wanna pass the baton
I’m gonna take it
and then I’m gonna
Please you please me
Please you please me
― Kau tak bisa mengambil waktumu, hanya ada 3 menit
― Jadi, inilah yang lain Wo Wo
― Jangan mau lepaskan tongkat
― Aku akan membawanya
― Dan kemudian aku akan
― Memuaskanmu memuaskanku
― Memuaskanmu memuaskanku
You can’t take your time, can’t waste a minute
So here’s another Wo Wo
I’m gonna take what I can and then give it
Then I’m gonna
Please you please me
Please you please me
That’s the 69
― Kau tak bisa mengambil waktumu, tak bisa buang waktu semenit
― Jadi, inilah yang lain Wo Wo
― Aku akan mengambil apa yang aku bisa dan kemudian memberikannya
― Lalu aku akan
― Memuaskanmu memuaskanku
― Memuaskanmu memuaskanku
― Itulah Rock
You can’t take your time, there’s just 3 minutes
So here’s another Wo Wo
Don’t wanna pass the baton
I’m gonna take it
and then I’m gonna
Please you please me
Please you please me
― Kau tak bisa mengambil waktumu, hanya ada 3 menit
― Jadi, inilah yang lain Wo Wo
― Jangan mau lepaskan tongkat
― Aku akan membawanya
― Dan kemudian aku akan
― Memuaskanmu memuaskanku
― Memuaskanmu memuaskanku
You can’t take your time, can’t waste a minute
So here’s another Wo Wo
I’m gonna take what I can and then give it
Then I’m gonna
Please you please me
Please you please me
That’s the 69
― Kau tak bisa mengambil waktumu, tak bisa buang waktu semenit
― Jadi, inilah yang lain Wo Wo
― Aku akan mengambil apa yang aku bisa dan kemudian memberikannya
― Lalu aku akan
― Memuaskanmu memuaskanku
― Memuaskanmu memuaskanku
― Itulah Rock
俺らは誰のものでもない
いつだって自分たちを嘘つかんない
これからもこの先も
でも愛するべきはメンバーと
いつも俺らを応援してくれて
すべての人達
いつもありがとう
Ore no wan dare no mono demonai
Itsudatte Jibun tachi yuzure tsukanai
Korekaramo yoko no sakimo
Demo ai suteki wa memba to
Itsumo rera…
Itsumo arigatou
― Kita bukan milik siapapun
― Dan kita tak akan membohongi diri sendiri
― Tidak sekarang, tidak akan pernah
― Tetapi untuk semua anggota band yang aku cintai
― Dan orang-orang yang selalu mendukung kami
― Selalu aku ucapkan terima kasih
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
*69 ==> 6 = ‘Roku’, 9 = ‘Kyu’ ==> 69 = ROCK
IndoTranslate by Me!! [FuRaha] @furahasekai.wordpress
»»  READMORE...

Senin, 27 Januari 2014

you could be my best friend, maybe?

Masih adakah kesempatanku tuk bisa berbincang denganmu? Back to the time when we were in a class waiting for English convo. We were in a group and a deskmate. You telling a story about--I forgot but I won't forget the way you tell me that story. Funny, a bit weird. Tepatnya konyol. Dan aku ingin itu terjadi lagi, hanya saat aku berdua denganmu.

Aku menyukaimu sejak kelas xi. Dan kau menyukainya sejak kelas xi. Aku bersamanya sejak awal kelas xii. Dan kau bersamanya sejak akhir semester 1 kelas xii. Aku masih menyukaimu hingga sekarang. Dan kau masih menyukainya hingga sakit hati olehnya sekarang. Aku masih bersamanya saat aku masih menyukaimu. I love you hard. Idk if it was love or just a lust. Fuck it.

Aku ingin kau bahagia. Aku ingin dia bahagia. Aku ingin setia padanya. Namun aku tak bisa memungkiri rasa ini. Tunggu, aku ingin kau bahagia, tetapi yang terjadi kau malah sakit hati. Namun kau masih berhubungan dengannya. Seperti yang telah kutuangkan, kau tahu ini hanya permainannya namun kau masih berenang di dalamnya. Ada dua pilihan: berenang melawan arus atau tenggelam. Ya memang awalnya kau berhasil melawan arus, tetapi cepat atau lambat kau pasti terseret arus dan tenggelam. Memang akhir permainannya begitu, pasti bakal tenggelam.

Yeah, the rest of your life really isn't my fucking business. But I deeply want to be with you, Mr. Silhouette. Til you drowning in her fake love. Til I feel tired and lonely. Then he came and take me.

»»  READMORE...

Sabtu, 04 Januari 2014

..dia yang lebih memilih kenyamanan dan kebutuhan

Mereka bersama? Bagaimana bisa, dia kan sudah punya yg disana? Oh.

Seketika pikiranku melayang disaat aku jatuh padamu. Sejak aku suka sekali menggambar siluetmu dari samping. Kemudian kujuluki kau Mr. Silhouette dan hanya aku yang tahu. Sejak kita sering menghabiskan waktu bersama karena hal yang menuntut kita untuk bersama. Walaupun sepertinya tak hanya aku yang jatuh padamu. Memang kau termasuk jejeran orang atas. Namun dirimu yang agak pemalu dan rendah hati itulah yang membuatmu apa adanya. Kau yang sudah berumur namun masih labil, agak kikuk namun keren itulah yang kusuka. Pribadimu seperti sobatku yang sama kerennya denganmu. Ya, aku masih jatuh padamu hingga sekarang. Til I've been taken by him--your bestie. Walaupun jelas-jelas kau tak menaruh rasa padaku karena aku tak termasuk tipemu dan hanya menganggapku one of your classmates. Yang orang-orang pikir; shes a loner, the hidden and forgotten one. Kalau boleh ngutip dari novel Let Go, "Kalau ada kupu-kupu yang terperangkap di sarang laba-laba, orang cenderung akan menolong kupu-kupu itu walaupun mungkin si laba-laba belum makan selama berhari-hari..Tapi gimana kalau yang terperangkap adalah ulat yang belum jadi kupu-kupu? Orang tetap nolong nggak? Padahal, keduanya sama. Di dunia ini, memang harus cantik supaya ditolong."

Tapi rasa itu masih ada. Entah karena kau yang memang masih berkeliaran di duniaku sehingga rasa ini tak kunjung pergi, atau diriku yang masih mengharapkanmu. Aku memang jahat. Jahat pada diriku sendiri dan pada dirinya yang telah kuambil hatinya. Tapi aku tak mampu memusnahkan rasa ini, aku menyukainya. Suka pada sensasi yang ditimbulkan ketika aku memandanginya, suka pada saat mendapatkan perhatiannya, suka caranya bercerita tentang banyak hal dengan ekspresi bodohnya, bahkan suka saat ia bersamanya. Sakit memang, namun aku pun menyukai hal itu. Kata Lady Antebellum sih, I'd rather hurt than feel nothing at all~

Tapi kemudian aku sadar, aku memutuskan untuk membiarkanmu mencari kebahagiaan di hidupmu dan membuatku harus meruntuhkan dinding untuk tak selamanya menjadi untouchable girl dan perlahan-lahan menjadi pribadi yang lebih ramah dan murah senyum pada orang lain, khususnya cowok. I was a dark and introvert girl, but I tried to be the other side though I feel like its not the real me.

Be more happy, more nice to guys, more active and care to the world and the other good thing my social life wanted to. But its hard, very hard. Sometime i get bored, I'm boring with those things. No, it happened all the time in my life. I've had nothing to be proud of and thats so tasteless. Yeah, i should be blessed of what god gave me. Family, besties, music--singer, bands and their amazing lyrics, classmates--though I get bullied most of the time, and my memories. Oke, ini harusnya berakhir dengan episode aku harus membiarkan dua orang yang bahagia namun dengan tujuan yang berbeda, tapi karena telah terjadi maka aku harus membahagiakan orang yang telah kuambil hatinya. Tarik nafas dalam-dalam dan lepaskan. Ini memang tak bisa dibiarkan tetapi akan menjadi lebih buruk bila aku mencampuri mereka. Tapi di sisi lain, aku kasihan padanya. Dia tahu jika itu hanya permainan belaka namun tetap berenang didalamnya.

Oh! Ternyata kau memang telah memilikinya sejak dulu. Memiliki rasa yang sama saat aku juga memilikinya padamu. Serasa terlepas dari pegangan, terhempas jatuh bebas. Just like when I was on the wall climbing and lost grip and fell down. Seperti saat aku pertama kali nyilet aka cut myself. Tak terasa pada awalnya, tapi pelan-pelan rasa perih itu muncul dan makin menjadi. Aku pun kapok nyilet. Namun berbeda dengan ini, like I said before. Aku menyukai sensasi itu, dan aku tak pernah kapok. Jadi sebenarnya aku sudah tak ada hak lagi. Mereka telah menemukan kebahagiaan satu sama lain.

Haruskah aku akhiri ini? Aku sebenarnya pun (masih) tak rela kau dengannya, dan agak marah ketika tahu ada udang dibalik batu. Tapi apa daya... hiks

And if you're wondering
I'm great
I'm stronger now but still
The same
My love for you it will
Remain
My friend.
Tonight Alive - The Other Side

itu lagu bikin nangis.

»»  READMORE...